Lonjakan kasus covid-19 menyebabkan permintaan oksigen meningkat. Pemerintah melalui Kemenperin mewajibkan seluruh produsen oksigen dialihkan untuk memenuhi kebutuhan medis sebagai prioritas.

Jakarta, Industripedia Online--Lonjakan kasus covid-19 menyebabkan permintaan oksigen meningkat. Pemerintah melalui Kemenperin mewajibkan seluruh produsen oksigen dialihkan untuk memenuhi kebutuhan medis sebagai prioritas.

Pemerintah telah menyepakati alokasi oksigen 100 persen untuk medis, bukan penggunaan industri sebagai upaya mengatasi kelangkaan oksigen medis. Berdasarkan data Kemenkes dan Kemenperin, lonjakan kasus covid-19 menyebabkan permintaan oksigen naik hingga lima kali lipat atau mencapai 1.500 ton per hari, dari yang awalnya kebutuhan medis berkisar 300-400 ton per hari.

Enam industri oksigen dalam negeri seperti Samator Group, Petrokimia Gersik, LINDE Indonesia, Air Product Indonesia, Air Liquide Indonesia dan Iwatani Industrial Gas Indonesia berkomitmen memasok oksigen medis di Pulau Jawa hingga jika ditotal mampu mencapai 1.315 ton per hari. Apabila hal ini terealisasi artinya kebutuhan oksigen medis masih kurang 215 ton per hari.

Rencana impor oksigen medis untuk memenuhi kebutuhan penanganan covid-19 sempat disampaikan saat Rakor antara Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Kemenperin, dan Kemenkes, Minggu (4/7/2021). Namun impor dilakukan apabila kebutuhan terus meningkat dan melewati kemampuan produsen dalam negeri. Dalam kondisi darurat seperti saat ini, impor oksigen menjadi salah satu opsi untuk mengatasi kelangkaan oksigen, sambil terus memacu produksi oksigen dalam negeri.

 

Kapasitas produksi oksigen nasional saat ini berjumlah 866 ribu ton per tahun. Namun, utilisasi seluruh pabrik saat ini hanya 75 persen. Akibatnya, jumlah produksi riil hanya 640 ribu ton per tahun. 75 persen oksigen digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri seperti baja dan nikel. Kuota kebutuhan medis hanya 25 persen atau 181 ribu ton per tahun.  Lewat Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 1 Tahun 2021 tentang Produk Oksigen Sebagai Komoditas Strategis Industri dalam Masa Covid-19, diharapkan kebutuhan masyarakat akan oksigen dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri.

“Kami mohon kerjasama dan pengertian dari para industri pengguna oksigen yang pasti akan terganggu proses produksinya dikarenakan semua produsen oksigen dalam negeri wajib untuk dialihkan memenuhi kebutuhan medis sebagai prioritas. Demi kemanusiaan”, ungkap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (6/7/201).

Belakangan media sosial ramai unggahan warga yang kesulitan mencari ketersediaan tabung oksigen sebagai alat bantu pernapasan pasien covid-19. Sejumlah rumah sakit pun menyatakan kehabisan stok oksigen. 

PR lain pemerintah selain memastikan ketersediaan oksigen medis aman adalah mengatur distribusi yang merata bagi rumah sakit rujukan covid-19 utamanya di wilayah Pulau Jawa. Distribusi ini wajib dikawal secara ketat, sehingga jangan sampai terjadi penimbunan tabung oksigen oleh oknum yang sengaja mengambil keuntungan di masa pandemi covid-19. (QQ)

Oksigen dan tabungnya semakin sulit ditemukan

Oksigen dan tabungnya semakin sulit ditemukan sumber: suara.com


YOUR REACTION?



Komentar




Berita Terkait