Kebijakan ini diharapkan membantu industri otomotif untuk tetap berproduksi di situasi sulit dan menjadikan ratusan ribu orang tetap bekerja.

Tepat setahun, pandemiCovid-19 di Indonesia, pemerintah akan memberikan insentif pajak berupa relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil baru.

Kebijakan ini sendirimulai berlaku Maret 2021. Nantinya, apabila kebijakan ini udah berlaku harga mobil baru akan berkurang cukup signifikan. Namun memang ada beberapa periode waktu untuk pemberian insentifnya.

Kebijakan ini memang terasa ajar di tengah pandemi Covid-19. Apalagi sepeti kita ketahui, hampir semua sektor megalami penurunan secara signifikan. Tidak terkecuali industri otomotif, yang sedikit mengalami penurunan daya beli masyarakat.

Nah, insentif ini diharapkan akan membangkitkan kembali minat masyarakat, khususnya kelas menengah keatas untuk kembali berbelanja mobil baru. Kemudian, imbasnya tentu saja mendorong sektor otomotif tanah air untuk kembali bangkit.

Penurunan tarif PPnBMini rencananya akan ditanggung pemerintah (DTP). Sedangkan pelaksanaannya dilakukan bertahap dari Maret hingga Desember 2021.

Periode pertama insentif PPnBM mobil baru akan dimulai pada Maret-Mei dengan diskon 100%.Periode II berlaku pada Juni-Agustus dengan diskon 50%. Periode III mulai September-Desember dengan diskon 25%.

Sedangkan, jenis kendaraan yang mendapat fasilitas adalah kategori sedan dan tipe 4x2 seperti hatchback, MPV, dan SUV dengan segmen sampai dengan 1.500 cc, menggunakan bahan baku lokal sebesar 70%, dan kendaraan dirakit di dalam negeri

Kebijakan ini tentu saja sangat menarik. Saat ini, dalam kondisi normal saja, PPnBM mobil baru segmen sedang dengan kapasitas mesin maksimal 1.500 cc sebesar 30%.

Setelah mendapatkan fasilitas maka PPnBM menjadi 0% pada periode pertama, lalu menjadi 15% diperiode II, dan menjadi 22,5% di periode III.

Sedangkan segmen 4x2seperti hatchback, MPV, dan SUV yang kapasitas mesinnya di bawah 1.500 terkena PPnBM sebesar 10%. Setelah mendapat fasilitas maka akan menjadi 0% di periodeI, menjadi 5% di periode II, dan menjadi 7,5% di periode III.

Dikutip dari bisnis.com, besaran insentif ini akan dilakukan evaluasi setiap 3 bulan. Instrumen kebijakan akan menggunakan PPnBMDTP (ditanggung pemerintah) melalui revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK),yang ditargetkan akan mulai diberlakukan pada 1 Maret 2021.

Selain itu, pemberian insentif penurunan PPnBM perlu didukung dengan revisi kebijakan OJK untuk mendorong kredit pembelian kendaraan bermotor, yaitu melalui pengaturan mengenai uang muka HM.4.6/13/SET.M.EKON.3/02/2021 (DP) 0% dan penurunan ATMRKredit (aktiva tertimbang menurut risiko) untuk kendaraan bermotor, yang akanmengikuti pemberlakuan insentif penurunan PPnBM ini.

INDUSTRI MENDUKUNG

Selain menguntungkan bagi konsumen, kebijakan ini diharapkan juga akan mendorong sektor otomotif tanah air untuk bangkit kembali, akibat penurunan di masa pandemi covid-19.

Menurut Yusak Billy, Business Innovation and Sales &Marketing Director PT HPM, pihak industri percaya kebijakan ini memang  dirancang untuk membantu industry otomotif dan mempercepat pemulihanperekonomian. Karenanya, pihaknya sangat mendukung kebijakan yang akan berdampak positif terhadap industri dan ekonomi secara umum.

“Kami menilai bahwa kebijakan ini dapat membantu konsumen, terutama dalam memberikan keringananuntuk melakukan pembelian, terutama dalam kondisi ekonomi yang melemah terdampak akibat pandemic saat ini,” tambahnya.

Dari sisi industri, ujarnya kebijakan ini pada dasarnya dapat meningkatkan permintaan dari konsumen, sehingga dapat bermanfaat pada pergerakan roda industri secara umum.

Industri juga berharap kebijakan ini dapat mendorong pergerakan industri otomotif, sehingga pada akhirnya dapat mempercepat perbaikan ekonomi.

“Karena itu,dibutuhkan juga kejelasan mengenai rincian pelaksanaan kebijakan ini secepatmungkin, sehingga dapat diterapkan secara optimal dan tepat sasaran. Semakin lama penjelasan mengenai pelaksanaan aturan ini, maka akan semakin menimbulkanpotensi kerugian pada distributor kami dan cash flow dari perusahaan, “ungkapnya.

Selain itu, ujarnya,dengan kondisi tingkat produksi saat ini, diperlukan lebih banyak waktupersiapan agar pelaksanaan kebijakan ini dapat lebih optimal, termasuk persiapan parts dan tenaga kerja.

“Jangka waktu 6 bulanuntuk tahap pertama adalah periode yang paling efektif untuk menyesuaikandengan persiapan produksi yang optimal, “ jelasnya.

Pemerintah memangsangat serius mendorong pertumbuhan ekonomi dengan berbagai cara, salah satunyadi sektor otomotif. Menurut........karena tujuan kebijakan ini pada dasarnyaadalah untuk mendorong perekonomian secara umum, maka periodenya pun perlu disesuaikandengan perkembangan kondisi pasar dan ekonomi.

Pemerintah sejauh ini berencana membagi 3 periode untuk kebijakan ini. Periode pertama insentif PPnBM mobil baru akan dimulai pada Maret-Mei dengan diskon 100%. Periode II berlakupada Juni-Agustus dengan diskon 50%. Periode III mulai September-Desember dengandiskon 25%.

Bagaimana pandangan industri tentang jenis mobil yang ditetapkan dalam aturan ini? Yusak sepakat dengan kebijakan tersebut. Menurutnya, secara umum, cakupan mobil yang termasuk dalam kebijakan ini sudah sesuai.

Prioritas untukkebijakan ini menurutnya adalah segmen yang banyak diminati konsumen, terutamauntuk pembeli mobil pertama dan segmen menengah yang merupakan segmen yangterbesar saat ini. Selain itu segmen mobil dengan tingkat kandungan lokal yangtinggi juga dapat memberikan dampak positif untuk semua industri yang terkait.

RESPON KONSUMEN

Menteri KoordinatorBidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengemukakan bahwa pemerintah akan memberikan stimulus pembebasan PPnBM mulai 1 Maret 2021. Insentifnya berupa penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cc<1500 yaitu untuk kategori sedan dan 4x2.

"Hal ini dilakukan karena Pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan industri otomotif dengan local purchase kendaraan bermotordi atas 70 persen, “ ujar Airlangga.

Menurut Yusak,berdasarkan feedback yang didapatkan saat ini, konsumen cukup antusiasmenyambut kebijakan ini, Namun konsumen juga membutuhkan kejelasan mengenai rincian peraturannya, terutama model apa saja yang termasuk serta seberapa besarnya pengaruhnya terhadap harga.

Sampai saat ini, semua tanggapan konsumen juga mendukung kebijakan ini karena memberikan keringanan bagi mereka untuk melakukan pembelian mobil. Sebagian konsumen juga menyampaikan ekspektasi lebih besar terhadap skema pengurangan pajak ini.

Pihak industri hinggasaat ini mengaku belum menerima rincian secara lengkap mengenai penerapan dari aturan ini sehingga masih melakukan monitoring untuk mempelajari dampaknya terhadap penjualan.

“Yang pasti terdapatpenurunan penjualan di bulan Februari ini sebesar 50% dari target karena konsumen masih menunggu kejelasan dari aturan ini (petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan), “ tutupnya.

sumber foto : Inews dot id

sumber foto : Inews dot id

YOUR REACTION?



Komentar




Berita Terkait