Terdapat tiga sektor utama yang berkontribusi dalam perkembangan industri halal, yaitu jasa keuangan syariah sebesar 42%, gaya hidup syariah 4%, dan yang terbesar dari produk halal sebesar 54%.
sektor industri telah menjadi kontributor yang signifikan terhadap penerimaan devisa dari investasi dan ekspor, bahkan termasuk pajak,
PT. Asahi Diamond Industrial Indonesia adalah perusahaan PMA Jepang yang berorientasi ekspor, dengan menghasilkan produk berupa drill bit, drill rod, dan precision tools
Sejak tahun 2018, Ditjen IKFT menyelenggarakan kegiatan pembinaan terkait Making Indonesia 4.0 untuk membantu percepatan implementasi industri 4.0 pada perusahaan binaan.
Kemenperin juga memfasilitasi penggunaan Modul Terjemahan Bahasa Indonesia untuk pertama kalinya. Langkah ini diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran dan menghasilkan lebih banyak Pelatih Tempat Kerja di industri.
BSKJI Kemenperin bersama 24 satuan kerja di berbagai wilayah Indonesia berkontribusi menanggulangi pandemi Covid-19. BSKJI telah menyelenggarakan pengadaan alat konsentrator oksigen sebanyak 124 unit guna membantu memenuhi ketersediaan oksigen bagi masyar...
Guna mendukung sektor IKM furnitur dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya, sehingga memacu perluasan pasar ekspor, Kemenperin memiliki program restrukturisasi mesin dan peralatan produksi. Upaya ini sejalan untuk mendorongpara pelaku IKM memanfa...
Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenperin fokus memberikan pengarahan dan penguatan dalam upaya mempercepat pembangunan zona integritas kepada satker-satker yang diusulkan memperoleh WBK atau WBBM.
IHIA merupakan ajang penghargaan industri halal yang pertama yang diberikan di Indonesia dan direncanakan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebagai agenda tahunan.
Diperlukan inisiatif dan kreativitas dari pondok pesantren untuk dapat membuka pasar terhadap produk yang dihasilkan
Pembangunan kawasan industri, sentra industri kecil dan menengah (IKM), maupun industri secara individu di dalam KPI akan dapat meningkatkan daya saing
Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Kemenperin telah melakukan berbagai upaya untuk pencegahan dan penanganan terhadap penyebaran virus korona. Langkah ini dilaksanakan bersama dengan pelaku industri dari berbagai sektor.
Kemenperin mencatat, ekspor mesin cuci menembus USD14 juta sepanjang tahun 2020, mengalami kenaikan 107% dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar USD6,76 juta. Pada semester I-2021, ekspor mesin cuci mencapai USD4,85 juta.
Peningkatan demand makanan halal dapat menjadi pendorong bagi industri makanan dan minuman nasional untuk melakukan ekpansi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada triwulan II - 2021, kinerja industri pengolahan nonmigas mengalami pertumbuhan sebesar 6,91%, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga positif sebesar 7,07%.