Kemenperin : Impor KRL Bekas Bukan Prioritas

Impor KRL disebutkan karena alasan peremajaan kereta. Namun demikian, berbagai pihak menyayangkan mengapa takmemprioritaskan buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA

PT Kereta Commuter Indonesia(KCI) merencanakan pengadaan rangkaian KRL lantaran ada 10 rangkaian KRL ditahun 2023 dan 19 KRL di tahun 2024 yang akan dipensiunkan.

Jakarta, IndustripediaOnline -- Hingga saat ini, rencana impor KRL bekas ini barudidukung Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sementara  Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  belum memberikan persetujuan.

MenteriPerindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita beberapa waktu lalumenegaskan, impor KRL bekas pakai bukan prioritas. Pemerintah bahkan akan memprioritaskanopsi retrofit atau penambahan teknologi pada rangkaian KRL yang lama untukmendukung upaya peremajaan.

Langkah ini bahkan dianggapdapat menguntungkan bagi industri dalam negeri, khususnya dalam hal penyerapantenaga kerja.

Sedangkan opsi impor keretabekas dari Jepang, menurut Agus akan tetap mempertimbangkannya. Namun merupakanpilihan terakhir dari pemerintah. "Impor itu (opsi) yang terakhir," ujarnya.

Keputusan terkait peremajaanarmada KRL akan diputuskan setelah dilakukan audit terlebih dahulu. Salah satupoin yang akan diaudit ialah terkait jumlah armada yang dimiliki PT KeretaCommuter Indonesia atau KCI selaku operator KRL.

Sementara itu, MenteriKoordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakanaudit rencananya akan dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKP). Audit akan dilakukan dalam kurun waktu 10 hari ke depan.

"Kita audit dulu,mengenai kebutuhannya, kereta apinya, harganya dalam 10 hari ke depan setelahitu kita tentukan langkah-langkah yang sudah kita tadi sepakati subjek kepadahasil audit," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta.

Produksi INKA Harusnya jadi Prioritas

Impor KRL disebutkan karena alasan peremajaan kereta. Namun demikian, berbagai pihak menyayangkan mengapa takmemprioritaskan buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau  INKA.

Sebagai informasi, INKA yang didirikan pada tanggal 18 Mei 1981 merupakan BUMN  produsen kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara, yang fokus  menghadirkan produk dan layanan berkualitas tinggi kepada pelanggan dan  menyediakan berbagai produk untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan untuk solusi transportasi.  Selain dioperasikan di Indonesia, produk INKA telah menyebar dan beroperasi di banyak negara di dunia, seperti Bangladesh, Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura dan Australia.

INKA bekompetensi dalam bidang perdagangan komponen gerbong kereta api, jasa penunjang kereta, jasa fabrikasi, jasa pemasangan, jasa rekayasa (engineering), hingga membuat desain dan melakukan perawatan produk di bidang perkeretaapian.

Semnetara itu, pihak PT. KeretaCommuter Indonesia (KCI) mengungkapkan, kebutuhan akan Kereta Rel Listrik (KRL)milik  KCI sudah mendesak, sehinggamuncul opsi pembelian kereta bekas dari Jepang terebut.

Sedangkan bila melakukan  pembelian kereta dari buatan INKA karenapembuatannya yang harus menunggu 2-3 tahun.

Staf Khusus Menteri BUMNArya Sinulingga mengatakan, pihaknya terus mendorong untuk pembelian keretadari dalam negeri, yakni buatan PT INKA. Hanya saja, dengan kebutuhan yangharus segera PT INKA tak bisa memenuhi itu. “Soalnya, INKA tidak tidak untukproduksi, kecuali dari jauh-hari pesannya, bisa dipenuhi,” ujar Arya diBandung, Senin (6/3/2023), seperti dirilis kompas.com.

KCI tidak melakukan pesanankereta 2 tahun lalu, lantaran adanya pandemi Covid-19, dimana hampir sektormengalami kelumpuhan termasuk sektor transportasi.Saat itu juga masyarakatbanyak yang WFH namun sekarang sudah kembali work from office (WFO) lagi sehingga pengguna kereta mengalami peningkatan kembali.

“Kata KCI, sebelumnya adavirus Corona, sehingga mereka enggak bisa memesan kereta pada saat itu. SetelahCorona berakhir, ada kenaikan penumpang. Jadi mau enggak mau (harus disediakan),”ujar Arya.

Namun lanjut Arya, kedepannyatetap diharapkan bila memang kalau kondisi stabil , pemerintah akan meminta KCIprioritaskan membeli produksi dalam negeri, yaitu melalui INKA. #