- Pemerintah bersama Danantara Indonesia mulai meninjau lokasi pembangunan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Cikarang.
- Proyek ini menjadi bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang termasuk program prioritas presiden.
- Kawasan dirancang berada di lokasi strategis dengan akses intermoda transportasi.
- Konsep pembangunan akan mencakup skema harga, mekanisme kepemilikan, dan pengembangan kawasan hunian.
- Yayasan Pelita Harapan menyatakan niat menyerahkan tiga bidang lahan untuk mendukung proyek hunian MBR.
INDUSTRIPEDIA - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Danantara Indonesia mulai mengambil langkah awal dalam pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Cikarang, Jawa Barat.
Langkah tersebut ditandai dengan kegiatan peninjauan lokasi yang akan menjadi area perencanaan pembangunan kawasan hunian.
Peninjauan lokasi ini menjadi tahap awal untuk merancang konsep pembangunan perumahan yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Lokasi yang ditinjau berada di wilayah yang memiliki akses intermoda transportasi, sehingga dinilai strategis untuk pengembangan kawasan hunian yang terintegrasi dengan mobilitas masyarakat.
Langkah ini sekaligus mendukung percepatan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah, yang merupakan bagian dari program prioritas Presiden dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.
Hadir Sejumlah Tokoh dalam Peninjauan Lokasi
Kegiatan peninjauan lokasi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari pemerintah dan sektor swasta.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri jajaran pemerintah daerah setempat, Pendiri dan Ketua Organisasi Kelompok Lippo Mochtar Riady, serta Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pelita Harapan James Riady.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan adanya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan kawasan hunian yang dirancang khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Tahap Selanjutnya: Pematangan Konsep Pengembangan Kawasan
Setelah proses peninjauan lokasi dilakukan, Kementerian PKP bersama Danantara Indonesia akan melanjutkan tahap berikutnya, yakni pematangan konsep pembangunan kawasan hunian.
Beberapa aspek yang akan disusun dalam tahap ini meliputi:
- Skema pengembangan kawasan hunian.
- Mekanisme penentuan harga rumah bagi MBR.
- Perumusan konsep kepemilikan dan kriteria pembelian oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Proses ini dilakukan agar pembangunan hunian dapat berjalan secara terencana dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Hunian Terjangkau Jadi Prioritas Pembangunan
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa peninjauan lokasi tersebut merupakan langkah awal dalam memastikan pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dilakukan secara matang dan berkelanjutan.
Menurut Rosan, penyediaan hunian yang layak dan terjangkau merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional, sesuai arahan Presiden.
“Sesuai arahan Presiden, penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan nasional,” ujar Rosan.
Ia menambahkan bahwa pengembangan kawasan hunian ini akan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, BUMN, serta sektor usaha.
Melalui kerja sama tersebut, diharapkan konsep pembangunan dapat dirancang secara matang, baik dari sisi desain kawasan, mekanisme harga, maupun skema kepemilikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dukungan Lahan untuk Pengembangan Hunian
Dalam kesempatan yang sama, juga disampaikan pernyataan niat dari Yayasan Pelita Harapan untuk menyerahkan tiga bidang lahan di kawasan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia.
Penyerahan lahan tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan kawasan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan hunian sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap tempat tinggal yang layak.
Kolaborasi untuk Memperluas Akses Hunian
Rosan menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, BUMN, dan sektor usaha menjadi kunci dalam merealisasikan pembangunan kawasan hunian yang terjangkau bagi masyarakat.
Menurutnya, inisiatif ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau.
Dengan dimulainya tahap peninjauan lokasi ini, pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Cikarang memasuki fase awal perencanaan yang diharapkan dapat segera berlanjut ke tahap perancangan dan pembangunan kawasan. ***