Kemenperin : Perlu Perencanaan yang Matang

Melalui program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) memang pemerintah terus berupaya untuk mendorong masyarakat agar lebih banyak menggunakan produk dalam negeri.

foto : antara news makasar

Perencanaan yang baik menjadi kunci dalam polemik pembelian kereta bekas impor dari Jepang

Jakarta,Industripedia Online -- Kementerian Perindustrian tetapmenolak memberikan izin impor gerbong kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang kepada PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI).

Sebelumnya, MenteriPerindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memang sudah menegaskan impor KRLbekas pakai dari Jepang bukan prioritas. Pemerintah bahkan akan memprioritaskanopsi retrofit atau penambahan teknologi pada rangkaian KRL yang lama untuk mendukung upaya peremajaan.

Langkah ini bahkan dianggap dapat menguntungkan bagi industri dalam negeri, khususnya dalam hal penyerapantenaga kerja. Sedangkan impor merupakan opsi terakhir saja.

Di lain kesempatan, SekjenKementerian Perindustrian RI, Dody Widodo mengatakan polemik soal kereta bekas asal Jepang ini terkait perencanaan yang harus dimatangkan. Selain itu, Doddyber pendapat,  saat ini tidak perlu impor gerbong KRL karena industri kereta api nasional mampu memproduksi kebutuhandalam negeri.

Namun permasalahannya, ujarDodi ada  di perencanaan KCI yang sudahpesan. “Ini pesan kereta api. Harus ada perencanaan yang baik. Saya bersamateman-teman dulu buat proposal untuk  ekspor  (kereta) dan bisa ekspor ke Bangladest, dengan nilai 1,3 Triliun rupiah. Artinya kereta buatan dalam negeri mampu  kok, “ ujarnya, seperti dirilis oleh  cnbcindonesia.com.

Dody juga menyoroti soal, barang bekas dan barang baru yang dibanding-bandingkan. “ Barang bekas dan barang barutak pernah sama. Pemakaian nya sudah 28 tahun. Kalau terjadi apa-apa dengankereta itu bagaimana. Ada batasan berapa tahun maksimal  yang bisa diimpor. Pertama harus  ada perancanaan yang baik dan kedua soal usia kereta.kalau terjadi kesalahan.siapa yang disalahkan karena izin impor dan kenapa tak ada audit, “ ujarnya merincipermasalahan yang terjadi.

Impor KRL disebutkan karena alasan peremajaan kereta. Namun demikian, berbagai pihak menyayangkan mengapa tak memprioritaskan buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau  INKA

Pihak PT. Kereta CommuterIndonesia (KCI) mengungkapkan, kebutuhan akan Kereta Rel Listrik (KRL)milik  KCI sudah mendesak, sehinggamuncul opsi pembelian kereta bekas dari Jepang tersebut.

Dody juga menegaskan Kemenperin tetap berkomitmen untuk mendukung pengembangan industri dalam negeri.Apalagi dalam dua tahun terakhir, pertumbuhannya positif. “Selama  2 tahun kita genjot P3DN sekitar 500 triliun,“ ujarnya.

Melalui program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) memang pemerintah terus berupaya untuk mendorong masyarakat agar lebih banyak menggunakan produk dalam negeri. #.