Halal Bihalal Virtual Menperin dengan Wartawan Kemenperin bertujuan memberikan perkembangan terakhir dunia industri sekaligus sharing pendapat dengan media.
Jakarta, industripedia Online – Dunia menghadapi masa-masa yang penuh tantangan. Namun tetap ada peluang yang bisa ditangkap. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam Halal Bihalal Virtual Wartawan Kemenperin Rabu, (27/05), di Jakarta, tantangan yang ada sebenarnya bisa dijadikan peluang untuk kebangkitan indutri manufaktur. Walaupun pasti tercipta tatanan yang baru.
“ Covid- 19 telah secara brutal menghancurkan kesehatan dan ekonomi kita. Kementerian perindustrian misalnya sudah mempunyai target pengurangan terhadap impor. Kita ingat beberapa bulan lalu industri sedang menggeliat, persepsi dikaitkan dengan ekspektasi masih sangat baik. Kemenperin sudah dari awal mencoba merumuskan road map untuk bisa mendorong substitusi impor 35%, namun dengan adanya covid-19, yang tadinya targetnya di end 2021, harus dilakukan penyesuaian, " ujarnya.
Menurutnya, Kemenperin dari awal sudah memprediksi bahwa ini masalah demand side. "Karena kami yakin, suply side terganggu, tapi mereka bisa menyesuaikan terhadap kondisi market. Tapi demand side bermasalah, " tambahnya.
Terget selanjutnya, ujar Agus, untuk masalah substitusi impor ini disesuaikan di akhir 2022. “ Kami targetkan di end 2022. Kami tidak alergi impor, tapi impor yang punya nilai tambah dan meningkat produktvitas dari industri sendiri dan kita harus ada kebijakan-kebijakan yang menjadi bagian yang ada di road map tersebut, " ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, menurut Agus, memerlukan koordinasi, sinergi dari semua pihak baik pemerintah, dunia usaha, perbankan dan lainnya.
Menghadapi era new normal kedepannya, Agus berharap industri bisa menyesuailkan dengan cepat. walaupun tidak dapat dipungkiri akan ada beberapa penyesuaian yang berkaitan dengan protokol kesehatan, yang bisa jadi akan mempengaruhi target idustri.
" Kebanyakan industri kita masih mengandalkan SDM. Namun industri harus terbiasa dengan new normal. Ada industri yang adaptasinya cepat , ada juga yang tidak. Kita mendorong industri kecil bisa mempergunakan teknologi digital dalam memasarkan produknya, " ujarnya. #
Halal Bihalal Virtual Wartawan Kemenperin