Jakarta, Industripedia.online. Peluang IKM Fesyen Muslim Nasional sangat besar. Hal tersebut salahsatunya dipicu oleh perkembangan jumlah umat muslim dunia yang sangat pesat. Ini kemudian membukapeluang usaha bagi para pelaku industri kecil menengah (IKM) sektor fesyenmuslim di Tanah Air.
Menurut Agus Gumiwang Kartasasmita, MenteriPerindustrian, konsumsi fesyen muslim nasional mencapai USD21 miliar. “Hal inimenunjukkan peluang bagi industri fesyen muslim di dalam negeri untuk dapatberkontribusi atau mengisi pasar domestik dan global,” ujarnya, Jumat (8/5), diJakarta.
Saat ini, industri fesyen muslim telah memberikankontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Kinerja ekspor industripakaian jadi sepanjang tahun 2019, misalnya, mencapai USD8,3 miliar dan pada periodeJanuari-Februari tahun 2020, ekspor industri pakaian jadi menembus USD1,38miliar.
Industri pakaian jadi juga memiliki peran besar padakontribusinya terhadap PDB nasional di tahun 2019, yaitu sebesar 5,4 persenyang mengalami pertumbuhan sebesar 19,5%.
Untuk pasar global, Agus yakin, industri fesyen muslimnasional, khususnya sektor IKM memiliki potensi untuk menjadi pemain besar danmampu bersaing sehingga produk-produknya mampu kompetitif dan dapat diserapdengan optimal.
The State Global Islamic EconomyReport menyebutkansepanjang tahun 2019-2020, konsumsi fesyen muslim dunia mencapai USD283 miliar.Angka tersebut diproyeksi terus meningkat hingga 6 persen pada tahun 2024,sehingga konsumsi fesyen muslim dunia bakal menembus USD402 miliar.
The State Global Islamic EconomyReport 2019/2020 juga menyebutkan Indonesia menduduki peringkat ketigasebagai negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia setelah UniEmirat Arab dan Turki.
“Kita masih punya peluang untuk menjadi yang terdepandi sektor industri fesyen muslim dunia,” tambahnya.
Menperin mendorong seluruh pihak mulai dari pelakuindustri, desainer, pemerintah, marketplace, akademisi, hingga pihakterkait lainnya untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh industri fesyenmuslim nasional. “Kita juga harus bersama-sama mempromosikan dan memperkenalkanproduk-produk industri fesyen muslim nasional sehingga dapat semakin dikenaloleh dunia,” ujarnya.
Beli ProdukYang Dihasilkan
Agar perkembangannya maksimal, Menperin secara khusus mengajakmasyarakat Indonesia untuk terus mendukung keberlangsungan sektor IKM nasional,salah satunya dengan membeli produk-produk yang dihasilkan.
“Dukungan ini akan memberikan dampak yang besar kepadasektor terkait seperti penjahit, penyedia bahan baku, logistik dan sektorterkait lainnya dan pada akhirnya akan menjaga perekonomian Indonesia untuktetap bertahan meskipun sedang menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19,” tambahnyalagi.
Untuk pelaku IKM fesyen muslim , Agus berpesan, untukterus berinovasi untuk meningkatkan keberterimaan produknya, baik di pasar dalammaupun luar negeri. Dengan demikian, mereka dapat terus bergerak dan memberikankontribusinya bagi perekonomian nasional. “Secara bersamaan kita harus menjagasektor perekonomian agar tetap bergerak, dan tetap mematuhi pada protokolkesehatan. Ini sangat penting karena sektor perekonomian memiliki relasi danberdampak langsung bagi sektor-sektor lainnya,” jelasnya.
Kampanye #LebaranUntukSemua
Pandemi Covid-19 menyebabkan sejumlah sektor IKMfesyen muslim mengalami penumpukan stok produk akibat permintaan pasar menurun.Untuk memaksimalkan potensi tersebut, serta bertepatan dengan momentum Ramadandan Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Perindustrian dengan didukung onlinemarketplace Shopee menyelenggarakan kampanye Beli Produk Lokal Fesyen Muslimyang mengusung tagar #LebaranUntukSemua. Program tersebut bertujuan membantupeningkatan penjualan brand lokal khususnya produk IKM fesyen muslim ditanah air.
Rangkaian kampanye #LebaranUntukSemua juga diisidengan berbagai pelatihan dan workshop secara online sehinggapelaku IKM fesyen muslim dapat memperoleh kiat-kiat untuk menjalankan bisnisnyasaat ini.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal IndustriKecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan, ditengah dampak pandemi Covid-19, semakin banyak pelaku IKM fesyen muslimnasional yang memanfaatkan platform online untuk memasarkanproduk-produknya. Mereka mempromosikan melalui media sosial mauupun platform e-commerce. Selain melalui kampanye#LebaranUntukSemua, Shopee juga meluncurkan stimulus sebesar Rp100 miliar dalambentuk voucher dan gratis ongkos kirim. Kampanye #LebaranUntukSemua berlangsung12-19 Mei 2020. #
Industri Fesyen muslim tanah air makin menggairahkan.
sumber foto: istimewa

Komentar